Semua artikel
Panduan

Cara Bakar Token di Solana: Artinya dan Langkahnya

Bakar token menurunkan suplai permanen dan nggak bisa dibatalkan. Apa artinya, kapan layak dilakukan, dan cara ngelakuinnya di Solana.

6 menit baca J Tools Editorial
Ilustrasi editorial soal bakar token di Solana: tumpukan koin yang menyusut dan satu jejak yang tertinggal di tempatnya

Cara bakar token di Solana, dan artinya apa sebenarnya: bakar token itu menghancurkan sebagian suplai selamanya. Koinnya keluar dari peredaran dan nggak balik lagi, dan di Solana ini cuma butuh beberapa klik. Bagian jujurnya yang sering dilewat panduan lain: harga nggak naik cuma gara-gara itu.

  • Yang dibakar itu dari dompet kamu sendiri. Nggak ada yang bisa bakar milik orang lain.
  • Permanen. Nggak ada jalan balik dan nggak ada pemulihan.
  • Suplai lebih sedikit bukan berarti harga lebih tinggi. Tanpa permintaan, nggak ada yang berubah.
  • Bakar token, bakar LP, dan cabut otoritas mint itu tiga hal yang beda.

Satu hal yang sering ketuker di awal: bakar token itu bukan jual. Jual berarti tokennya pindah ke orang lain dan uangnya masuk ke kamu. Bakar berarti tokennya hilang dan nggak ada uang yang masuk ke siapa pun. Dua-duanya menurunkan jumlah yang kamu pegang, tapi cuma satu yang menurunkan jumlah yang ada di dunia.

Yang sebenarnya terjadi waktu token dibakar

Dompet menyimpan tokennya di akun sendiri. Waktu dibakar, sejumlah token ditarik dari akun itu dan di saat yang sama suplai total turun sebanyak jumlah yang sama. Nggak ada yang dipindah ke mana pun dan nggak ada yang menerima apa-apa. Koinnya berhenti ada.

Makanya juga nggak bisa dibatalkan. Nggak ada alamat tempat token yang dibakar itu ngendon lalu bisa diambil lagi. Yang tersisa cuma catatan di chain yang menunjukkan suplai turun di momen itu.

Ini bukan bikinan situs ini: ini instruksi dari program token itu sendiri, dijelaskan di dokumentasi resmi program SPL Token. Nasib akun kosongnya setelah itu mengikuti model akun Solana.

Kartu berisi apa yang terjadi saat token dibakar: suplai turun, saldo kamu turun, dan harga nggak bergerak sendiri

Kenapa orang bakar token

  • Kebanyakan minting. Alasan paling umum dan paling nggak seru. Kelebihan satu nol pas bikin, dan sisanya harus hilang sebelum ada yang lihat.
  • Sisa setelah dibagikan. Habis airdrop, penjualan, atau pool, masih ada yang nyangkut di dompet tim. Bakar itu satu-satunya aksi yang nggak bisa dibaca orang sebagai persiapan kabur.
  • Rencana yang diumumkan. Ada project yang rutin bakar sebagian pendapatannya. Ini cuma jalan selama bisa dicek dan benar-benar rutin.
  • Beres-beres. Sisa tanpa nilai dari project lama ada di hampir semua dompet. Dibakar lalu akunnya ditutup, deposit sewanya balik.

Bakar token bikin harga naik nggak?

Sendirian nggak. Harga muncul dari hubungan suplai dan permintaan, dan bakar cuma menggerakkan satu sisi. Token yang nggak diinginkan siapa pun nggak jadi diinginkan cuma karena jumlahnya berkurang.

Yang kelihatan di praktik biasanya reaksi ke pengumumannya, bukan ke aritmetikanya. Pembakaran besar diomongin, ditradingin sebentar, terus dilupakan. Dua minggu kemudian harganya balik ke tempat yang ditopang permintaan.

Ini bukan alasan buat nggak bakar. Ini alasan buat nggak menjualnya sebagai jurus harga. Sebagai beres-beres, sebagai koreksi kesalahan, atau sebagai janji yang bisa dicek, masuk akal banget.

Cara bakar token di Solana, langkah demi langkah

Pakai alat bakar token ini cuma satu form. Alurnya empat langkah:

  • Sambungkan dompet lalu pilih token yang mau dibakar.
  • Isi jumlahnya. Sebagian atau semua. Baca dua kali, karena habis itu nggak ada koreksi.
  • Tanda tangan. Konfirmasinya datang dalam satu dua detik.
  • Cek di chain apakah suplai totalnya benar-benar turun sebanyak itu.
Kartu beda antara bakar token dan cabut otoritas mint: satu mengurangi yang ada, satu mencegah yang baru

Kalau saldonya dibakar semua, akun token kosongnya bakal tertinggal. Nggak nambah biaya, tapi nahan deposit sewa sampai ditutup lewat penutup akun token.

Bakar token beda sama cabut otoritas mint

Dua ini ketuker terus dan jawabannya buat pertanyaan yang beda. Bakar menurunkan yang sudah ada. Cabut otoritas mint mencegah munculnya yang baru.

Sebuah project bisa bakar setengah suplainya lalu mencetak jumlah yang sama besok, selama otoritasnya masih terbuka. Sebaliknya, otoritas yang sudah ditutup nggak mengubah apa pun dari yang sudah beredar. Baru dua-duanya bareng yang mengunci suplai. Perbandingan lengkapnya ada di panduan mencabut otoritas token, dan pencabutannya pakai alat pencabut otoritas mint.

Bakar LP token itu urusan lain lagi

LP token itu bukan suplai, itu karcis atas bagian kamu di sebuah pool. Membakarnya nggak menghancurkan koin: itu melepas hak atas likuiditas tersebut. Poolnya tetap ada, akses kamu yang hilang.

Itu keputusan soal kepercayaan dengan konsekuensinya sendiri, ditimbang di LP token: burn, lock, atau hold. Yang nyampe sini nyari prosedur itu biasanya lagi nyari yang di sana.

Dua jenis pembakaran, disandingkan

PertanyaanToken kamu sendiriLP token
Yang turunSuplai totalBagian kamu di pool
Siapa yang bisaYang pegang tokennyaYang pegang LP-nya
Bisa dibalikNggak, dua-duanya
Efek ke hargaCuma lewat permintaanNggak ada, itu soal kepercayaan

Kesalahan yang paling sering kejadian

  • Salah ngetik jumlah. Nggak ada koreksi dan nggak ada support yang bisa narik balik. Baca ulang cuma makan lima detik.
  • Jualan pembakaran sebagai jurus harga. Pasar nyadar dalam hitungan hari, dan rusaknya kepercayaan bertahan lebih lama dari lonjakannya.
  • Ngebiarin akun kosong nangkring. Habis bakar semuanya dia tertinggal dan nahan depositnya.
  • Bakar tapi otoritasnya dibiarin terbuka. Suplai turun di depan mata dan bisa naik lagi di hari yang sama. Itu kebaca lebih buruk daripada nggak ngapa-ngapain.
  • Bakar dari dompet yang salah. Yang dibakar selalu dari dompet yang tanda tangan. Kalau ada beberapa, cek dulu mana yang lagi aktif.

Yang perlu dicek sebelum bakar

Tiga hal, dan ketiganya makan waktu lebih sedikit daripada nyesel belakangan. Pertama dompetnya: yang dibakar dari yang tanda tangan, bukan dari yang ada di kepala kamu. Kedua tokennya sendiri, karena dua baris di daftar yang sama bisa namanya mirip banget.

Ketiga jumlahnya, dan dalam format yang dipakai formnya. Kesalahan mahal yang paling sering itu bukan keputusan yang salah, tapi satu nol kelebihan di kolom yang nggak dibaca ulang.

Yang kelihatan setelahnya

Transaksi dan suplai yang turun tercatat di chain, dan siapa pun bisa ngeceknya. Justru itu yang bikin pembakaran yang diumumkan jadi kredibel: nggak perlu percaya sama pengumumannya, tinggal lihat angkanya.

Artinya tanggalnya juga tercatat. Project yang bilang bakar tiap bulan tapi cuma ada tiga catatan dalam setahun bakal ketahuan sendiri, tanpa perlu ada yang berdebat.

Pertanyaan umum soal bakar token

Token yang sudah dibakar bisa balik nggak?

Nggak. Nggak ada alamat yang nyimpen dan nggak ada operasi yang narik balik. Chain cuma menunjukkan suplainya turun.

Ada yang bisa bakar token punya aku nggak?

Nggak. Yang dibakar cuma dari dompet yang menandatangani transaksinya. Tanpa tanda tangan kamu, saldo kamu nggak disentuh.

Bakar itu biayanya berapa?

Biaya jaringan biasa buat transaksinya. Alatnya sendiri ambil berapa, kelihatan langsung di halamannya sebelum kamu konfirmasi.

Orang lain bisa lihat kalau kita bakar?

Bisa. Transaksinya dan suplai yang berkurang ada di chain dan siapa pun bisa cek. Itu justru yang bikin pembakaran yang diumumkan jadi masuk akal.

Harus dibakar semua atau boleh sebagian?

Boleh sebagian. Jumlahnya bebas, dan praktiknya pembakaran sebagian itu yang paling umum.

Bakar token balikin SOL nggak?

Bakarnya nggak. Baru nutup akun token yang jadi kosong itu yang mengembalikan deposit sewa, dan itu langkah kedua.

Sebelum bakar apa pun

Baca angkanya dua kali, tanda tangan dari dompet yang benar, dan tahu kenapa kamu ngelakuinnya. Sebagai beres-beres atau koreksi, bakar token itu masuk akal. Sebagai janji soal harga nggak, dan pasar nyadar lebih cepat dari yang kelihatan.

J
Penulis
J Tools Editorial

Artikel dari tim J Tools.

Lihat semua artikel J Tools Editorial →

Artikel terkait